“Gali lubang, tutup lubang” yang merupakan salah satu judul lagu karangan Bang Haji Roma Irama ini saya rasa cocok untuk menggambarkan masalah yang saya bahas kali ini ( yang jelas bukan masalah utang piutang seperti isi lagu tersebut). Masalah yang saya maksud adalah masalah proyek galian di jalanan yang tak kunjung henti.
Misalnya saja proyek galian fiber optic di sepanjang jalan Sawojajar (maklum saja, jalan ini merupakan jalan yang saya lewati hampir setiap hari) yang sudah +/- 2 bulan kagak kelar -kelar. Jujur saja, sebagai pengguna jalan saya merasa kenyamanan berkendara menjadi terganggu. Terlebih lagi, tanda akan adanya lubang galian bisa dibilang minim. Saya hanya khawatir, kalau-kalau ada pengguna jalan yang tidak sadar atau tidak tahu ada lubang galian di depannya dan nylonong seenaknya bisa kita bayangkan apa yang terjadi selanjutnya.
Setelah proyek tersebut selesai-pun, akan timbul masalah baru yaitu kondisi jalan yang semula mulus menjadi tidak rata karena lubang galian hanya ditutup sekenanya. Hal ini juga bakal mencelakakan pengguna jalan (apalagi bagi lubang galian yang berada di tengah jalan).
Celakanya, masalah tersebut kita alami hampir setiap tahun. Tahun ini galian fiber optic, tahun depan galian PDAM, tahun depannya lagi galian apa ya… . Seandainya saja Indonesia menerapkan sistem gorong – gorong untuk semua ‘kegiatan bawah tanahnya’, pastilah tidak ada lagi yang namanya “GALI LUBANG, TUTUP LUBANG”





lha? foto itu kan foto d sawojajar, di jalan kembar, di depan supermarket AVAN tempat biasanya Ibu Ane belanja, yang di deket situ ada toko komputer tempat Ane dulu beli printer Canon yang sekarang tinta merahnya g bisa keluar gara-gara chipnya ketusuk jarum saat Ane isi ulang, akhirnya sekarang Ane hanya bisa ngeprint hitam doank… (gak nyambung ama artikelnya ya??)
By: DataQ on May 24, 2008
at 7:44 am