Posted by: Ratna | March 2, 2009

Jempol buat Bapak

Sore itu (menjelang maghrib) saya bersama keluarga dalam perjalanan pulang dari Soekarno-Hatta menuju Pakis. Pada saat itu kondisi jalan cukup ramai, maklum jam pulang kerja. Dan semakin ramai saja ketika kami melewati Borobudur. Dengan kondisi demikian maka dapat dipastikan kendaraan yang akan menyeberang/ belok dari kiri ke kanan membutuhkan waktu yang cukup lama. 

Sesampai kami di daerah universitas widyagama, ada sebuah pick-up yang akan belok, sepertinya pengemudi pick-up tersebut sudah menunggu cukup lama untuk bisa membelokkan kendaraannya. Posisi kami yang pada saat itu berlawanan arah dengan pick-up tersebut. Melihat hal tersebut, bapak memutuskan untuk menghentikan mobil yang kami tumpangi dengan maksud memberi kesempatan pengemudi pick-up untuk membelokkan kendaraannya.

Ada satu hal luar biasa terjadi pada saat itu dan itu tanpa kami sangka sebelumnya, sang pengemudi pick-up tersebut mengacungkan jempolnya kepada bapak (sebagai ucapan terima kasih).

Ada hikmah yang dapat saya ambil dari peristiwa tersebut ……. (masih proses)

Posted by: Ratna | December 24, 2008

WHO AM I ?

Siapa saya? Saya adalah Ratna, saya lahir 21 tahun yang lalu, dan sekarang saya sedang duduk di bangku kuliah dan sudah memasuki semester akhir, …

            Mudah saja bagi kita untuk menjawab pertanyaan di atas dengan jawaban yang sederhana seperti cuplikan di atas. Pertanyaannya sekarang adalah “Apakah sesederhana itu jawaban kita?”. Tentu saja tidak, kita seharusnya mampu menjawab pertanyaan itu dengan beribu-ribu kalimat yang nantinya bisa kita bukukan menjadi biography diri kita.

            Sebagai manusia yang hidup di dunia, sudah semestinya kita bisa mengenali diri kita secara mendalam agar kita mampu mengoptimalkan hidup kita yang hanya sementara ini. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang diri kita, antara lain:

  1. Darimana kita berasal?
  2. Apa tujuan hidup kita?
  3. Apa kelebihan yang kita miliki?
  4. Apa kelemahan yang kita miliki?
  5. Siapa saja orang yang ada di sekitar kita?
  6. dan masih banyak lagi

Yang terpenting adalah kita harus mampu menjawab nomor 1-4, dengan tahu darimana kita berasal maka akan menumbuhkan keimanan dalam diri kita, dengan tahu apa tujuan hidup kita maka segala aktifitas kita akan terarah untuk mencapai tujuan tersebut, dengan tahu kelebihan kita maka kita bisa mengoptimalkannya untuk bisa mencapai cita-cita dan tujuan hidup kita, dengan tahu kelemahan kita maka kita bisa meminimalisir kelemahan itu agar tidak menghambat perkembangan diri kita.

            Sering saya jumpai, orang yang mudah dalam menyebutkan kelemahannya (sebagai contoh: “Saya ini emosional, keras kepala, …..”), namun sangat sulit jika diminta untuk menyebutkan kelebihannya, demikian juga sebaliknya. Di usia diatas 20 tahun, kita semestinya sudah bisa mengenal diri kita secara lebih mendalam karena masa pencarian jati diri sudah kita lewati. Bahkan, semakin cepat kita mengenali diri kita maka kita bisa melakukan akselerasi dalam hidup kita. Jadi, sudahkah Anda mengenali Siapa Anda?

Posted by: Ratna | December 9, 2008

ES KRIM BISA MENYEBABKAN KANKER

Berawal ketika saya hendak menghadiri sebuah acara pada Ahad, 7 Desember 2008. Saya mencari helm hitam yang biasa saya pakai, namun tidak ketemu. Ternyata helm itu dipakai oleh adik saya, hal ini membuat saya cukup kesal karena saya harus memakai helm yang tersisa yaitu helm putih tanpa pelindung kaca sehingga mata saya mudah kemasukan debu dan hal ini sangat mengganggu. Tapi mau bagaimana lagi karena saya akan terlambat kalau harus menunggu kedatangan adik saya.

Setelah acara usai dan  setiba saya di rumah, saya langsung meng-introgasi adik saya. Dia dengan santainya mengatakan, “Lha aku kira sampeyan perginya agak siangan…”. Saya menjawab, “Kalo’ mau pake’ helm itu ya bilang dulu dong …”.” Kalo’ begitu ayo ganti rugi, beliin aku es krim satu saja,” lanjut saya (buat ngerjain adik ^_^). Kemudian dia berkata dengan serius, “Jangan terlalu banyak makan es krim mbak, bisa menyebabkan kanker lho”. Saya tidak percaya begitu saja, ” Masa’ sih, es krim kan banyak kandungan gizinya, bahan dasarnya aja susu”.”Beneran kok, bisa menyebabkan kanker” dia menyahut,  tetap dengan serius. Akhirnya saya percaya juga, apalagi dia kuliah di jurusan kimia (bagaimana mau tidak percaya), dan dengan terpaksa saya membatalkan niatan untuk minta dibelikan es krim. Namun, tiba-tiba adik saya berkata, “Iya lho mbak, terlalu sering makan es krim bisa menyebabkan kanker alias kantong kering…he…he…he…” , sambil cengar-cengir. Hhhhhhh, gemas rasanya (mau ngerjain malah dikerjain balik). Coba kalau ada banyak orang, pasti saya minta bantuannya untuk melaksanakan jitak berjamaah.

Posted by: Ratna | December 2, 2008

SELAMAT DATANG KAWAN

Ahad kemarin, satu teman saya sudah mengakhiri masa lajangnya dengan mengikrarkan ijab kabul pernikahan. Enam orang sudah teman seangkatan saya di ilmu komputer yang sudah mulai membangun keluarga (semoga sakinah mawaddah wa rahmah). Untuk teman – temanku yang sudah menikah saya hanya ingin mengucapakan :

 Selamat Datang Kawan

Di duniamu yg baru

Kudoakan semoga bahagia

Welcome to the new world my friends

You both have to face all in love

All I could do just pray

And I do I pray

(cuplikan Ketika Dua Hati Menyatu dari Seismic)

 

Bagi yang belum nikah, semoga segera mengikuti jejak mereka yang sudah nikah. Jangan sampai ada pertanyaan: Kapan nikah? , dan kita jawabnya: Mei (alias May be Yes, May be No).

Posted by: Ratna | December 2, 2008

STRESS, HATI – HATI!

Di era informasi seperti saat ini, produktifitas manusia semakin meningkat. Dengan semakin meningkatnya produktifitas maka tak pelak lagi tingkat stress pun semakin meningkat karena semakin banyaknya tuntutan.

Banyak kasus stress yang sering kita jumpai baik secara langsung ataupun melalui media massa, antara lain: orang yang nekat menaiki menara untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atas menara karena tidak kuat lagi menanggung beban hidupnya, bapak yang nekat bubuh diri dengan terlebih dahulu mengakhiri hidup istri dan anaknya, dan masih banyak lagi.

Stress sebenarnya disebabkan oleh lamanya beban yang kita tanggung bukan oleh beratnya beban yang kita tanggung. Dan stress bisa menyerang siapa saja, termasuk kita yang sedang duduk di bangku perkuliahan. Biasanya stress menyerang saat banyaknya tugas perkuliahan dengan deadline yang saling berkejaran, saat kita sudah mulai memasuki semester akhir dan sedang mengerjakan tugas akhir tapi kagak selesai – selesai, termasuk juga bagi yang kuliah sambil bekerja karena tekanan yang dirasakan jelas melebihi orang yang hanya kuliah saja.

Melihat fenomena di atas maka diperlukanlah sebuah langkah yang disebut dengan manajemen stress. Karena terkadang stress itu diperlukan untuk memicu kreatifitas kita (ada guyonan yang cukup menarik: ide baru bisa muncul jika kondisi kita sedang kepepet). Tapi hati – hati, stress yang tidak dimanage dengan baik akan memicu terjadinya serangan jantung dan tindakan nekat yang merugikan.

Berikut beberapa tips menghindari stress (saya dapatkan dari acara pelatihan hari Ahad, 30 Nopember 2008) :

  1. Senantiasa menyebarkan energi positif (rasa optimis, berprasangka baik, dll)
  2. Menjaga kesehatan jasmani dan rohani
  3. Meminum air putih, minimal 8 gelas per hari
  4. Menangis atau berteriak di tempat lapang untuk melepaskan sejenak beban yang ada pada diri kita
  5. Meluangkan sedikit waktu untuk keluar dari rutinitas sehari – hari (rekreasi)

Dan yang paling penting adalah senantiasa bersabar dan berdzikir seperti yang sudah disebutkan dalam AlQur’an.

Posted by: Ratna | December 1, 2008

GERAKAN SERIBU BUKU

Posted by: Ratna | November 29, 2008

WALAU SEDIKIT SENYUM DONG …

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel yang saya rasa cukup bagus dengan judul di atas. Meskipun dipublikasikan tahun 2003 namun saya rasa masih sesuai jika dibaca lagi saat ini. Dari judulnya saja sudah menarik apalagi isinya, berikut isi dari artikel tersebut :

Walau Sedikit, Senyum Dong …
Publikasi 28/05/2003 09:14 WIB
eramuslim – Bila anda sempat datang ke negeri Sakura, pasti anda akan terkagum-kagum dibuatnya. Bukan saja pada keindahan alamnya yang indah dengan pergantian empat musim yang menyajikan pemandangan khasnya. Taman-taman kota yang tertata rapi di ruas-ruas jalan besar dan kecil. Namun ada satu hal yang lebih menarik, yaitu pelayanan petugas, pegawai dan pelayan di setiap kantor, rumah makan atau toko.

Bila Anda ingin merasakan dilayani bak seorang pejabat, coba isi bensin, begitu mobil masuk semua penjaga mengucapkan “irrassyaimase (selamat datang)”, lalu tanpa anda keluar mobil, mereka mengisi bensin, me-lap mobil dan menawarkan seandainya ada sampah yang akan dibuang. Bila sudah selesai, serentak semua pelayan bilang “arigato gozaimashita (terima kasih banyak)” sambil membungkukkan badan 90 derajat, tanda hormat ala orang Jepang. Tidak peduli mobil butut sekalipun akan mendapat perlakukan yang sama.

Belum lagi pelayanan serupa bisa dijumpai bila berbelanja di Supermarket. Dengan senyum ramah dan ucapan terima kasih selalu akan diucap pelayan dimanapun anda berbelanja. Begitu juga bila memasuki kantor-kantor pemerintah seperti mengurus KTP atau surat-surat penting lainnya. Semua pegawai tidak ada yang duduk santai sambil nonton TV, main catur atau ngerumpi di sudut ruangan. Semua pegawai begerak, melayani tamu semaksimal mungkin hingga semua urusan orang yang datang berlangsung cepat, mudah dan enak dihati. Bagaimana tidak enak dihati, bila kita dilayani dengan sapaan ramah dan senyum yang tak pernah lepas.

Hal serupa akan didapati pula pada pelayanan-pelayanan di Bank, sekalipun anda seorang nasabah yang berpenampilan kurang meyakinkan. Semua tamu dilayani seperti seorang raja. Yah… mungkin senyum buat sebagian orang memang susah, padahal untuk senyum saja, energi yang dikeluarkan tidak banyak, apalagi mesti keluar uang… gratis semuanya. Tapi efek yang dihasilkan, ternyata subhanallah… bisa membuat hati orang lain bahagia, paling tidak mengeliminir rasa su’udzon (buruk sangka) pada lawan bicara kita. Sabda Rasulullah SAW, “Tabassamuka liwaz hi ahikalakasodaqotun”. Artinya: Senyummu ke wajah saudaramu adalah sedekah. (HR. Bukhari). Berarti hanya dengan menyunggingkan bibir sedikit dan ikhlas, kita bisa menabung pahala. Bila saat ini kita diamanahi untuk bekerja sebagai pelayan masyarakat, baik di kantor-kantor pemerintahan, tempat-tempat pelayanan kesehatan, dan lain-lain. Tentu kita banyak diberi kesempatan melalui pekerjaan tersebut untuk menabung pahala.

Walau pun hanya dengan murah senyum, ramah dan memudahkan urusan masyarakat. Di saat setiap hari kita mesti berhadapan dengan berbagai permintaan masyarakat untuk
berbagai urusan. Mungkin kita belum bisa melakukan segalanya dengan cepat, karena terkait banyak pihak, belum lagi kepenatan setelah bekerja bertemu banyak orang. Tapi paling tidak, minimal dengan pembawaan yang ramah, dan senyum yang ikhlas bisa membuat pelayanan kita paripurna di hadapan tamu atau masyarakat. Apalagi bila didukung dengan usaha kita yang maksimal untuk memudahkan urusan orang lain. Bukankah Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang menghilangkan dari seorang mu’min satu kesusahan di dunia, pasti Allah akan menghilangkan satu kesusahan dia di hari kiamat.
Dan barangsiapa yang menolong seseorang yang kesukaran, pasti Allah akan menolongnya di dunia
dan akhirat.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Inilah janji Allah bagi orang yang senantiasa berusaha mempermudah dan menolong urusan orang lain. Jadi jangan mahal buat tersenyum, karena dengan senyum kita bisa membahagiakan hati orang lain. Asal jangan senyum-senyum sendiri, nanti dikira ………

Ervin Hidayatiummu_fatih@yahoo.com

Posted by: Ratna | November 5, 2008

TERJAJAH OLEH BANGSA SENDIRI

Ditulis oleh : adik saya-Yuski Sudana

Resesi ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat dan negara – negara di benua Eropa memberikan imbas yang sangat berarti bagi dunia perekonomian Indonesia. Terutama di dalam hal komoditi ekspor, negara adi daya dan beberapa negara di benua biru menghentikan impor barang – barang dari Indonesia. Selain itu, beberapa negara tujuan utama ekspor kita seperti Jepang mengurangi permintaannya. Ini dikarenakan ekonomi negeri sakura tersebut, ikut gonjang-ganjing akibat krisis ekonomi global. Keadaan ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan pengusaha dan pengrajin dalam negeri, terutama bagi para pengusaha kecil dan menengah. Karena pendapatan utama para pengusaha tersebut berasal dari pengiriman produk mereka ke negara – negara maju tersebut.

Dampak krisis ekonomi global yang dirasakan bangsa ini juga tak lepas dari peran para generasi muda Indonesia. Para generasi muda di Indonesia cenderung lebih bangga membeli produk luar negeri dibanding produk dalam negeri. Ini dilakukan untuk memenuhi kepentingan gengsi mereka atau mungkin para generasi muda Indonesia sudah terpengaruh oleh politik triple F negara – negara maju itu yaitu Food, Fashion , and Fun. Dengan politik semacam ini para negara – negara besar dengan leluasa memasarkan barang mereka. Dengan kualitas yang rendah pun mereka bisa memasang tarif yang mahal bagi produk – produk mereka. Padahal bila para anak muda bangsa ini membeli barang produksi dalam negeri, mereka akan mendapat barang dengan kualitas yang lumayan bagus dan harga yang relatif murah. Selain itu para generasi muda juga bisa membangkitkan gairah perekonomian kecil dan menengah, yang menyebabkan kita bisa berdiri di kaki kita sendiri tanpa bergantung dengan bangsa lain.

Kalau keadaan yang terjadi seperti sekarang ini, kita seperti berada di dalam masa penjajahan. Tetapi kita terjajah oleh ulah kita sendiri. Karena bila negara kita mengalami krisis ekonomi, negara – negara maju malah mendapat keuntungan, sedangkan bila negara – negara maju mengalami krisis ekonomi kita ikut merasakan dampaknya.Tampaknya bangsa ini, terutama para generasi muda harus menginstropeksi dirinya masing – masing untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang benar – benar merdeka.

Posted by: Ratna | November 5, 2008

SIAPA CEPAT DIA DAPAT

Ditulis oleh : adik saya -Yuski Sudana

Istilah inilah yang barangkali dijadikan pedoman tidak hanya bagi seorang atlet lari  yang berusaha mendapatkan gelar juara, tetapi juga digunakan oleh suatu bangsa yang ingin mendapatkan kekayaan alam sampai kekayaan budaya bangsa lain. Inilah yang menggambarkan perselisihan antara negara kita dengan negara jiran Malaysia. Pada saat para pemuda Indonesia terlena dengan narkoba dan tawuran, diam – diam negara jiran Malaysia, membangun suatu resort dan hotel untuk kepentingan wisata di P. Sipadan dan Ligitan yang pada saat itu masih menjadi wilayah Indonesia.Sehingga pada saat pemerintah Indonesia mengetahuinya dan diajukan ke Mahkamah Internasional PBB, Indonesia dinyatakan tidak berhak memiliki kedua pulau tersebut. Ini dikarenakan Malaysia dianggap lebih mampu mengelola pulau tersebut yamg dibuktikan dengan adanya bangunan resort dan hotel milik Malaysia, sedangkan kita kalah cepat untuk melakukannya. Politik siapa cepat dia dapat berhasil digunakan oleh Malaysia.

Tidak hanya itu, makanan olahan asli Indonesia yaitu tahu dan tempe berhasil mereka caplok karena mereka lebih dahulu mengajukan hak paten, sehingga sekarang hak paten tahu dan tempe menjadi milik negara Malaysia. Ini menyebabkan kesulitan bagi para pengusaha tahu dan tempe dari Indonesia, untuk memasarkan produknya ke luar negeri. Karena dengan adanya  hak paten yang dimiliki oleh Malaysia para pengusaha tersebut harus membayar royalti kepada negara jiran tersebut. Bahkan akhir – akhir  ini hubungan Jakarta – Kuala Lumpur  kembali memanas dengan diklaimnya lagu “Rasa Sayange” dan “Reog Ponorogo” sebagai kebudayaan asli dari negara yang memiliki menara kembar Petronas itu. 

Ini bukan sepenuhnya kesalahan dari saudara serumpun kita itu. Melainkan juga kesalahan kita yang memberikan kesempatan kepada mereka. Para pejabat politik yang sibuk berebut kursi, para pelajar yang sibuk tawuran dan teler akibat pengaruh narkoba, para mahasiswa yang sibuk berdemonstrasi tanpa solusi yang jelas, para musisi muda yang lebih menghargai aliran musik mancanegara daripada musik tradisional asli Indonesia, para scientist dalam negeri yang kebingungan mencari dana untuk melakukan riset, dan masih banyak lagi hal – hal yang memberikan banyak ruang bagi bangsa asing mengobrak abrik kedaulatan bangsa kita. Semoga para pemimpin dan generasi muda menyadari akan hal ini, kalau kita terus menerus kalah cepat dari bangsa lain maka masa depan bangsa ini akan  berada di ambang kehancuran.

Posted by: Ratna | October 6, 2008

SIAPA YANG PALING PINTAR?

Ada sebuah pertanyaan menarik, ” Siapa yang paling pintar diantara 4 orang berikut?

1.Einstein

2.Bill gates

3.Oprah

4.Zidane”

Pasti setiap orang memiliki jawaban yang berbeda dengan argumentasinya masing – masing.

Bagi yang menjawab Einstein, mungkin memiliki alasan bahwa karena Einstein lah rumus E= m.c2 ada ( merupakan rumus dari teori relativitas, yang banyak disalahgunakan untuk membuat bom atom).

Bagi yang menjawab Bill Gates, mungkin memiliki alasan karena kepandainnya, Bill Gates dapat memimpin sebuah perusahaan raksasa dengan brand Microsoft yang ternama.

Bagi yang menjawab Oprah, mungkin beralasan bahwa Oprah sangat lihai dalam berkomunikasi dengan orang lain sehingga dapat membawakan acaranya dengan baik.

Bagi yang menjawab Zidane, mungkin beralasan bahwa karena Zidane lah the Blues dapat menjadi jawara dalam Piala Dunia 1998.

Setiap orang bisa berpendapat apapun tentang ke-4 orang tersebut, namun tidak ada yang paling pintar diantara mereka karena mereka semua adalah orang – orang pintar di bidangnya masing – masing. Einstein pintar dalam bidang fisika, Bill Gates pintar dalam bidang IT , Oprah pintar dalam bidang komunikasi, dan Zidane pintar dalam bidang olah raga khususnya sepak bola. Einstein bisa saja pintar dalam bidang fisika namun tidak menjamin dia pandai berbicara di depan umum seperti Oprah, Bill Gates bisa saja pintar di dunia IT namun belum tentu dia bisa menendang bola ke gawang dengan baik sebagaimana Zidane, demikian pula sebaliknya.

Kita pun demikian, karena manusia bukanlah makhluk sempurna yang bisa menguasai banyak hal sekaligus. Allah telah mengaruniai kita kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, dan kelebihan inilah yang harus kita gali dan kembangkan. Sehingga kita bisa melejitkan diri dengan potensi yang telah kita miliki tanpa harus merepotkan diri dengan mengutuk kekurangan – kekurangan  kita yang justru akan menghambat diri kita untuk menjadi lebih baik. Kita bisa saja menjadi seperti Einstein, Bill Gates, Oprah ataupun Zidane. Tapi akan jauh lebih baik, jika menjadi diri kita sendiri dengan ciri khas yang kita miliki.

Older Posts »

Categories