Posted by: Ratna | July 25, 2008

‘GOBLOK’

‘GOBLOK’ merupakan kata lain dari BODOH, namun GOBLOK jauh lebih kasar. Saya rasa setiap orang tidak ingin dikatakan GOBLOK oleh orang lain, meskipun memang begitu kenyataannya. Apalagi jika kata tersebut diucapkan dengan penuh kemarahan ataupun ejekan.

Saya punya pengalaman tersendiri dengan kata GOBLOK ini, kejadian ini terjadi pada saat saya duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Pertama. Saat itu saya bergabung dengan organisasi kepramukaan di sekolah, dan organisasi tersebut berencana untuk mengikuti LPPP (salah satu Lomba Pramuka Penggalang tingkat Jawa Timur) selama +/- 3 hari dengan mengirimkan 1 regu putra dan 1 regu putri. Masing – masing regu terdiri dari 10 orang yang dipimpin oleh 1 orang pemimpin regu (Pinru).

Kebetulan saya ditunjuk untuk menjadi pemimpin regu (Pinru) putri. Karena ini debut pertama kami untuk mengikuti lomba kepramukaan tingkat propinsi maka kamipun berlatih cukup keras hingga waktu lomba tiba .

Kami sangat bersemangat mengikuti perlombaan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kami bisa. Dan pada kali ini, kami (regu putri)  menunjukkan kemampuan yang tidak main-main. Di hari pertama kami menduduki posisi kedua dari total nilai sementara yang kami kumpulkan. Tapi entah mengapa, pada saat senam pagi di hari ketiga (kalau tidak salah) yang mengharuskan semua anggota regu untuk mengikutinya (dimana senam pagi termasuk dalam penilaian), saya membuat kesalahan yang kelihatannya sepele namun berdampak cukup besar yaitu meninggalkan 1 orang anggota regu karena anggota tersebut sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba memasak. Kakak pembina yang mengetahui bahwa jumlah kami hanya 9 (10 minus 1) orang, maka serta merta beliaupun menyemprot saya habis-habisan, salah satu kalimat yang tidak bisa saya lupakan bahkan sampai sekarang adalah : “Pinru (pemimpin regu) putri GOBLOK, Pinru paling GOBLOK sedunia!”  Bisa dibayangkan bagaimana ekspresi dan perasaan saya saat itu (apalagi saat itu saya dalam kondisi capek dan penuh tekanan). Karena kesalahan yang kelihatannya sepele ini, regu kami hanya bisa meraih juara harapan satu.

Pelajaran yang cukup berharga dan akan selalu saya ingat sampai kapanpun. Karena dari sinilah saya selalu berusaha untuk berhati-hati sebelum memutuskan dan melakukan sesuatu, apalagi jika ditunjuk untuk menjadi pemimpin. Bagaimana dengan anda? Apakah pernah mengalami hal yang serupa?


Responses

  1. Maap mungkin komentarnya agak gak nyambung…

    Kenapa ya kebanyakan orang jika terjadi suatu kesalahan selalu berkata “Ini salah siapa!!?”

    Kalo Ane pribadi lebih suka berkata “Apa yang bisa kita lakukan sekarang?”

    Karena menurut Ane ketika suatu kesalahan terjadi maka yang harus dilakukan pertama kali adalah sebisa mungkin memperbaiki kesalahan tersebut bukan mencari siapa yang melakukan kesalahan.

  2. wah…
    kak, ternyata susah ya, jadi pemimpin?
    hm…
    makaci yaw kak, aq bsa blajar bnyk dari pengalaman kak Ratna!

    –saya jadi pengen berjilbab juga nih?–


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: